Kebaikan Tovie dan Cabang Warung Shodaqoh yang Terus Bertambah

Yogyakarta – Warung Shodaqoh yang digagas Yuniana Oktoviati terus berkembang. Wanita penuh kebaikan itu terus melebarkan sayapnya hingga Jakarta dan Bekasi. Bagaimana ceritanya?

Kepada detikcom pekan lalu, wanita yang biasa disapa Tovie itu mengatakan sudah ada tiga cabang Warung Shodaqoh di Yogyakarta. Dua lainnya ada di kawasan Cawang dan Bekasi. Dalam waktu dekat, warung gratis untuk kaum dhuafa itu juga akan dibuka di Surabaya.

“Alhamdulillah nambah. Yogya 3 (warung), Cawang, Bekasi. Insya Allah coming soon Surabaya. Sama masih nyari satu lagi,” cerita Tovie.

Tiga cabang di Yogyakarta dibuka di depan kediamannya di Jalan Gedongkuning, titik Nol Kilometer dan Jalan Hos Cokroaminoto. Konsepnya sama dengan warung terdahulu, yakni hanya buka di hari Jumat dan fokus melayani kaum tidak mampu.

“Tapi yang 3 bukan punya saya. Kan memang maunya franchise gratis,” imbuhnya. Di laman facebook, Warung Shodaqoh juga sangat terkenal. Banyak orang membicarakannya, para penikmatnya juga merasa sangat terbantu.

Bagaikan air, Tovie mengalirkan kebaikan tanpa pernah meminta pamrih. Warung tersebut sudah hadir sejak September 2014. Bermodal sebuah warung tenda sederhana seperti angkringan, Tovie menyediakan rata-rata 100-150 porsi makan siang setiap Jumat. Dalam berbagai kesempatan, Tovie selalu menyatakan: #akuakan selalu berbagi kebaikan tanpa menunggu mereka meminta.

Kilas balik soal Warung Shodaqoh

Di sudut timur Kota Yogyakarta berdiri sebuah warung makan tenda sederhana yang tak biasa. Hanya buka setiap hari Jumat siang, warung ini melayani siapapun yang datang tanpa meminta bayaran, alias gratis. Warung Shodaqoh tersebut didatangi beberapa pria dan perempuan, silih berganti. Beberapa di antara mereka adalah penarik becak dan pemulung.

Warung yang pertama, beralamat di Jalan Gedongkuning 126B, warung ini merupakan ide dari Tovie. Setiap Jumat, ada empat karyawan Tovie yang bertugas melayani para pengunjung Warung Shodaqoh. Salah satunya Dewi. Dia bercerita, bersama karyawan lainnya kadang menyebar brosur tentang warung ini di jalanan.

“Bukanya mulai jam 11.00 WIB. Sampai habis, kalau nggak habis nanti dibungkus, dibagi-bagikan,” kata Dewi.

Warung ini sudah ada sekitar setahun. Setiap buka bisa habis 150 porsi nasi. Tak hanya menyediakan nasi, sayur, dan lauknya, warung ini juga menyediakan teh manis hangat.

Merasa Terbantu

Warung Shodaqoh sangat merasa membantu kaum dhuafa di Yogyakarta. Lasmi salah satunya. Dia merasa sangat terbantu dan merasakan kebaikan Yuni yang mengalir tiada henti bagaikan air. Lasmi mengajak cucunya dengan bersepeda. Dia dan cucu laki-lakinya baru saja pulang dari mencari rongsokan.

Sebelum pulang, Lasmi mampir ke warung ini untuk mengambil makan siang. “Lauknya semur ayam, setiap orang boleh ambil dua porsi,” katanya sambil tersenyum.

Dia mengaku berterima kasih dengan adanya warung milik Tovie ini. “Semoga semakin sukses usahanya,” imbuhnya.

Hal yang sama juga disampaikan Barno (55). Wanita yang sehari-hari mencari barang-barang bekas ini juga mengetahui adanya warung Shodaqoh karena rumahnya yang berdekatan. “Saya sudah beberapa kali datang. Kalau datang disuruh bawa teman, disuruh besok datang lagi, orangnya baik,” kata Barno.

Sumber:
https://news.detik.com/berita/d-3019171/kebaikan-tovie-dan-cabang-warung-shodaqoh-yang-terus-bertambah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.